Senin, 25 Juni 2012

Blackberry Ubah Gaya Hidup...


Kehadiran perangkat Blackberry sangat memengaruhi sekaligus mengubah pola dan gaya hidup penggunanya. Mereka dengan gampangnya mengumbar nomor PIN kepada semua orang minta di-'add'. Padahal PIN itu sendiri kan seharusnya nomor rahasia. Sebaliknya, nomor telepon yang dimilikinya yang dirahasiakan.

Memang diakui, bahwa Blackberry adalah alat teknologi yang canggih. Dan tetap saja itu adalah buatan manusia. Lalu apa hubungannya ?

Menjadi Candu
Yang dikhawatirkan adalah, perangkat canggih itu sudah menjadi “candu” bagi para penggunanya. Merasa kehilangan segalanya apabila lupa membawa BB, daripada lupa membawa dompet. (Analoginya, sama seperti pecandu rokok, lebih baik tidak makan daripada tidak merokok).

Menjadi Berhala
Dan yang lebih menakutkan lagi adalah, BB menjadi “berhala” bagi penggunanya. Misalnya, di dalam gereja lebih asik ber-BB-ria sambil apdet status daripada membaca Alkitab dan mendengarkan khotbah, tetapi selalu saja ada alasan klise, “kan di BB ada aplikasi Alkitab, bisa baca di BB juga koq”. Benar atau tidak, hanya dia dan Tuhan yang tahu.

DIPERBUDAK
Mau tidak mau dengan kedua hal tersebut di atas, otomatis pengguna BB akan diperbudak. Ada 2  “oknum” yang menjadi “majikan”. Yang pertama perangkat BB itu sendiri, dan yang kedua adalah pihak operator. Coba bayangkan, perangkat BB tidak akan ada artinya alias tidak berfungsi bila tidak ada pulsa. Dan pulsa hanya bisa diperoleh melalui operator.

Pihak operator adalah majikan yang paling “kejam” sekaligus yang paling berbahagia. Mengapa demikian? Alasannya, sangat sederhana.

Kita ingat, dahulu ada permainan anak-anak yang namanya “Tamagochi”? Bentuk permainan yang sederhana, kita hanya memberi makan “binatang” agar tetap mendapatkan skor atau nilai. Bila tidak diberi makan, maka “binatang” itu akan mati, dan nilai pemainnya berkurang bahkan habis. Jadi, mau gak mau kita memberi makan agar binatang itu tetap “hidup”, maka otomatis kita akan terus memainkan Tamagochi itu, samapi-sampai kita sendiri yang lupa makan karena asik bermain Tamagochi.

Bukankah hal ini sama persis dengan BB? Mau tidak mau para pengguna BB harus memberi “makan” yaitu berupa pulsa. Dan pulsa itu adalah “makanan khusus” (hanya untuk BBM, FB, Chatting, Browser, dll) dengan berbagai macam nilai/harganya dan tidak berlaku untuk SMS apalagi untuk bertelepon. Itu yang dinamakan “PAKET”, entah itu Paket GAUL, Paket BROWSING, Paket Chatting, atau apalah, terlebih dengan embel-embel “UNLIMITED”, padahal itu bohong semua. Sedangkan untuk bisa bertelepon ria dan SMS, kita harus membeli pulsa tersendiri di luar PAKET tersebut. Bukankah ini adalah bukti kekejaman operator yang memaksakan pengguna BB untuk membeli pulsa mereka? Benar-benar suatu pemborosan yang dipaksakan. Pengguna BB sudah terhipnosis secara tidak sadar. Coba kita bandingkan dengan beberapa tahun lalu sebelum adanya BB. Operator tidak bisa “memaksa” kita untuk mengisi pulsa, karena kita sendiri yang mengatur, kapan kita menggunakan pulsa itu. Itu pun hanya dibatasi oleh tenggang waktu.

Operator juga pihak yang paling berbahagia. Mengapa? Semakin banyak orang yang menggunakan perangkat BB, semakin banyak pula orang yang membeli pulsa dan otomatis semakin untung dan kayalah operator itu. Apalagi sekarang ini makin banyak iklan yang menawarkan perangkat BB murah dengan tujuan orang tertarik membelinya, dan tentu saja dalam hitungan detik, para operator sudah tertawa terbahak-bahak menghitung berapa miliar rupiah yang dapat diraih dalam waktu 1 hari saja.
Sejujurnya saja, pengguna BB hanya lebih banyak menggunakan perangkatnya untuk BBM saja. Kecil persentasinya untuk apdet status di FB, Twitter, dll. Karena memang hanya itulah kelebihan perangkat BB. Fasilitas aplikasi FB, Twitter, YM, Email, dll sudah dapat diakses oleh perangkat lain selain BB, bahkan ada yang mengklaim lebih bagus dan lebih enak menggunakannya daripada BB.

Artinya, alangkah bodohnya kita membeli perangkat berharga  jutaan rupiah hanya untuk bisa ber-BBM. Yang membedakan BBM dengan layanan SMS atau MMS hanya jumlah huruf yang tidak terbatas, dan ukuran serta jenis gambar yang dapat dikirimkan. Soal kecepatan pengiriman dan penerimaan, tergantung kekuatan sinyal operator.  Lalu apa kelebihan BB bila diukur hanya dengan fasilitas BBM saja?

Katanya BB itu “Smartphone for Smart People”, tapi koq penggunanya gak smart ya….

Tuhan menciptakan manusia dengan diberikan akal dan pikiran dan pengetahuan untuk dapat menciptakan sebuah teknologi. Seharusnya manusia yang menjadi majikan atas teknologi, bukan sebaliknya.

Bagaimana dengan Anda?