Rabu, 26 Desember 2012

Selamat Hari Natal dan Tahun Baru dari Staff "Isa dan Islam"‏



Salam sejahtera,

Segenap Staff Isa Dan Islam mengucapkan "Selamat Hari Natal 2012" kepada saudara-saudara yang merayakannya. Dan bagi saudara yang tidak merayakannya, kiranya email ini dapat menambah wawasan saudara mengenai Natal yang dirayakan oleh saudara-saudara kita yang merayakannya.
 
ORANG KRISTEN MERAYAKAN NATAL DENGAN NYANYIAN

Bulan Desember telah tiba. Pernak-pernik Natal sudah mulai dipasang. Lagu-lagu Natal juga terdengar di mana-mana. Orang Kristen bersuka-ria merayakan Natal dengan nyanyian dan puji-pujian.

Melihat orang Kristen merayakan Natal dengan nyanyian, bukanlah hal aneh. Sebab orang Kristen memang suka bernyanyi. Setiap hari minggu, mereka beribadah di gereja dengan menaikkan lagu-lagu pujian bagi Allah. Sebab, nyanyian juga merupakan doa, pujian, dan penyembahan bagi Allah.

Perihal bernyanyi, dalam Taurat kita dapat melihat bagaimana Nabi Daud dan seluruh bangsa Israel menari-nari di hadapan Allah diiringi nyanyian dan berbagai macam alat musik. Mereka melakukannya sebagai ucapan syukur karena Allah telah melepaskan mereka dari cengkeraman musuh. "Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap" (Kitab Nabi 2 Samuel 6:5).

Juga ketika Nabi Daud sedih, dia menyampaikan kesedihannya pada Allah dengan nyanyian. "Daud menyanyikan nyanyian ratapan ini karena Saul dan Yonatan, anaknya" (Kitab Nabi 2 Samuel 1:17).
 
NYANYIAN BAGI ALLAH DI SORGA

Pengikut Isa Al-Masih tidak hanya memuji dan bernyanyi bagi Allah ketika mereka di dunia saja. Di sorga, pengikut Isa Al-Masih juga akan menyanyikan pujian dan penyembahan bagi Allah. Untuk selama-lamanya!  "Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru" (Injil, Kitab Wahyu 5:9), yaitu nyanyian baru Keselamatan yang telah mereka terima dari penebusan Isa Al-Masih.
 
Demikianlah Allah disenangkan oleh umat-Nya melalui setiap nyanyian, pujian, dan penyembahan yang dinaikkan dengan penuh ucapan syukur.
 
NATAL NYANYIAN BARU DARI ALLAH

Bagi orang Kristen, Natal merupakan nyanyian baru dari Allah. Yaitu nyanyian baru keselamatan yang diberikan oleh Allah sendiri. Intisari nyanyian baru itu adalah tentang Isa Al-Masih sebagaimana yang tertulis dalam Injil.
"Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! " (Injil, Surat Filipi 2:6-11).
 
Inilah nyanyian baru yang diberikan Allah. Dimana Kalimat Allah - Isa Al-Masih - telah datang ke dunia. Dia menjadi manusia dan mati disalib, untuk memberi "nyanyian" keselamatan bagi setiap manusia, "supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal" (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
 
Itulah sebabnya orang Kristen merayakan hari kelahiran Isa Al-Masih dengan nyanyian.
 
Terimalah Nyanyian Keselamatan dari Allah!
 
Rindukah saudara menerima "nyanyian" keselamatan dari Allah? Bila saudara rindu menerimanya, tersedia satu artikel yang dapat menuntun saudara untuk datang kepada-Nya.

Selidikilah di sini: http://tinyurl.com/cy279xv.

 
Wassalam,
 
 
Saodah (
masukan@idionline.info)

Untuk - Staff, Isa dan Islam

MAKNA NATAL YANG SESUNGGUHNYA



Berbicara tentang YESUS tidak hanya soal kelahiranNya (Natal), tetapi juga kematianNya dan kebangkitanNya (Paskah). Sebaliknya bicara soal Natal, tidak melulu tentang kelahiranNya, tapi lebih dari sekedar makna dari Natal itu sendiri.



Hanya orang-orang yang mendapat hikmat saja yang dapat mengerti makna Natal yang sesungguhnya. Dan hikmat itu timbul dari rasa takut dan hormat akan Tuhan (Ams. 1:7a). Mengerti siapa Tuhan itu sebenarnya. Makanya tidak heran ada sebagian dari orang yang masih menganggap Natal adalah perayaan, hiburan, pesta, dll.



Terlebih lagi dari kalangan non Kristen, karena sama sekali tidak tahu arti Natal yang sebenarnya, ucapan Selamat Natal pun diharamkan. Padahal umat Kristen pun tidak butuh atau tidak pernah memaksa umat lain untuk memberi ucapan selamat natal. Karena Natal yang sesungguhnya bagi umat Kristen adalah kehadiran Sang Khalik (Yesus) di dalam hati sanubari.



Wajar jika kalangan non Kristen menganggap haram. Karena mereka tidak pernah mau mengakui bahwa YESUS itu Tuhan. Adanya ucapan natal ataupun tidak, tidak akan mengganggu iman percaya orang Kristen terhadap YESUS sebagai Tuhan. Tuhan yang Mahasuci dan Maha Agung mau datang ke dunia dalam wujud manusia YESUS itulah Natal. Melalui proses kelahiran seperti layaknya manusia biasa dari rahim seorang wanita tanpa sentuhan birahi/seks. Kuasa Supranatural dari Tuhan melalui Roh-Nya ke dalam rahim Maria (Mariam) itulah proses kelahiran YESUS. Dan itulah seorang Anak kecil yang lahir melalui Roh Tuhan. Makanya disebut Anak Manusia (A,M huruf besar). Karena itulah proses supranatural Tuhan menjadi Manusia. Melalui kelahiran seperti layaknya bayi.



Mengapa DIA yang begitu Suci mau datang ke dunia yang penuh dengan dosa? Karena DIA iseng?



Semua yang terjadi bukan kebetulan, apalagi iseng. Tidak main-main. Ini karena TUHAN begitu mengasihi umat manusia. DIA tidak rela manusia masuk ke dalam neraka karena dosa2nya. (Yoh.36) Sebab upah dosa ialah maut (Roma 6:23a). Setiap manusia berdosa pasti binasa. Itu sudah ketentuan. 



Bagaimana cara TUHAN mengampuni dosa manusia? Kan TUHAN itu Mahakuasa, tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Justru itulah, DIA Yang Mahakuasa, Yang Ilahi, rela turun ke dunia menjadi manusia. Menjadi serupa dengan manusia, bedanya DIA tidak berdosa. Inilah yang disebut INKARANASI mengubah wujud ke-ilahian-Nya menjadi manusia. Bukan REINKARNASI (berulang2).Karena hanya satu kali saja. Maka dari itu pula disebutkan pula Natal hari pertama. Pertama kali “lahir” menjadi Manusia. Dan dalam proses inilah KRISTEN menyebutnya sebagai Allah Anak, Allah yang menjadi Anak yang dilahirkan secara supranatural. Konsep TRITUNGGAL atau TRINITAS Allah Bapa adalah Allah yang di Surga, Sang Khalik, Mahakuasa. Konsep TRITUNGGAL atau TRINITAS Allah Anak adalah Allah yang turun ke dunia, menjadi manusia. Dan apakah makna NATAL bagi umat Kristen? TUHAN yang Mahakuasa, Maha Suci, mau hadir di dalam hati manusia yang berdosa.



Itulah kebahagiaan yang luar biasa, ALLAH berada di dalam hati setiap orang Kristen. Menghapus dosa, mengampuni. Nah, menyambut kehadiran TUHAN itulah orang Kristen “merayakan” dengan sukacita, mempersembahkan yang terbaik. TUHAN sudah mempersembahkan diriNya untuk manusia, dan manusia membalas dengan mempersembahkan hidupnya untuk TUHAN. Yang jadi masalah adalah, apakah manusia itu mau menerima kehadiranNya atau menolak? Itu adalah pilihan masing-masing. Bukan masalah benar atau salah. Karena KEBENARAN yang hakiki hanyalah milik Tuhan Semesta Alam. Tidak ada satu pun manusia yang benar. Kecuali DIBENARKAN. (Roma 3) Manusia dibenarkan karena iman percaya (Roma 5:1) Itulah makna sebenarnya dari Natal.



Orang Kristen tidak peduli omongan orang lain. Iman percaya tetap teguh, karena dasarnya kuat.



SELAMAT NATAL… TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA!




Sabtu, 22 Desember 2012

== Menyambut HARI IBU ==

Mama melahirkan kita sambil menangis kesakitan...
Masihkah kita tega menyakitinya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaci makinya?
Melawannya?
Memukulnya?
Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?
Mama tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian...

Di saat mamamu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya...
Tangannya tak dapat hapuskan airmatamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan...

Bayangkan bila mamamu sudah tiada...
Apakah kamu merasa sudah cukup membahagiakannya...
Apakah kamu pernah berfikir betapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya...

Bahagiakanlah Mamamu selagi dia masih hidup.. !

Kirim pesan ini pada semua rekan2 mu ...... Itupun kalau kamu masih sayang mamamu dan mau mengingatkan teman2mu.

Ingat-ingatlah 5 (lima) aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more).
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less).

SADARILAH bahwa di dunia ini tidak ada 1 orang pun yang mau mati demi MAMA, tetapi... Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita... , dia satu-satunya orang yang mau rahimnya dipakai oleh kita walau Tanpa Kontrak Apapun.

Mama bukan tempat penititipan cucunya disaat anda jalan-jalan, tetapi disaat beliau sudah tua dan tak bertenaga, yang beliau butuhkan sekarang adalah perhatian anda.

Datang & hampiri dia, bertanyalah bagaimana kesehatannya saat ini dan dengarlah curhatnya, temani dia disaat dia membutuhkan anda, atau datanglah dan sekedar memegang tangannya dan bertanya ttg kesehatannya dgn begitupun..... Beliau sudah bahagia sekali............. dan melupakan semua hutang anda kepadanya.

Doakan MAMA KITA SEHAT, PANJANG UMUR Dan BAHAGIA

I love u mom.:)
=========

Bila anda merasa bahwa selama ini anda kurang baik dalam memperlakukan Mama anda ... maka sekaranglah waktu untuk anda segera menebusnya, sekarang juga datanglah pada Mama mu, sekarang angkatlah telponmu kalau kau berada jauh dari Mamamu.
=====

PANGGILAN ISTIMEWA

Nats: Tetapi Maria menyimpan segala perkataan itu di dalam hatinya dan merenungkannya. (Lukas 2:19) 
Bacaan: Lukas 2:15-20

Kita hanya bisa menduga-duga apa yang berkecamuk di pikiran Maria pada malam kelahiran Yesus (ayat 19). Ibu mana pun tentu bergumul jika harus meletakkan anaknya di dalam tempat makan hewan. Sangat mungkin Maria berteriak dalam hati: Tuhan, belum cukupkah semua yang kualami? Setelah sembilan bulan yang sulit menghadapi keluarga dan tetangga, calon suami yang nyaris meninggalkanku; setelah lima hari perjalanan dengan perut buncit, setidaknya aku berharap Engkau akan menyediakan tempat yang nyaman untuk kami tinggali. Tuhan menjawabnya dengan mengirimkan tamu tak diundang: beberapa pria dengan aroma kambing domba melihatnya berusaha menyungging senyum di tengah sakit usai melahirkan.

Melahirkan Sang Juru Selamat tak berarti Maria bebas dari kesibukan yang melelahkan sebagai seorang ibu. Namun, dari ceritanya kepada penulis Injil Lukas, tampaknya ia selalu ingat bahwa apa yang dilaluinya adalah sebuah panggilan (lihat 1:30-31). Cerita para gembala meneguhkannya (ayat 11). Semua yang ia alami bukanlah sebuah kebetulan, apalagi kecelakaan. Tuhan telah memilihnya untuk tugas melahirkan dan membesarkan Yesus di dunia.

Ya, menjadi seorang ibu adalah sebuah panggilan. Merawat dan melahirkan karya Tuhan, membesarkannya untuk menggenapi rancangan Tuhan. Betapa istimewa! Di Hari Ibu ini, mari doakan para ibu yang kita kenal dan kasihi agar diberi hikmat dan kekuatan dalam menjalankan panggilan-Nya. Beri peluk hangat dan semangat agar mereka selalu ingat bahwa tugas istimewa mereka itu adalah pemberian Tuhan. Dan, Dialah yang akan memampukan mereka hari demi hari! --ELS

SETIAP IBU MENGEMBAN TUGAS ISTIMEWA: MELAHIRKAN KARYA TUHAN DAN MENOLONGNYA BERTUMBUH BAGI TUHAN.
* SELAMAT HARI IBU *

Jumat, 21 Desember 2012

SAYA TERSELAMATKAN WALAUPUN LAHIR TANPA BOLA MATA




Jhon Natanael lahir tanpa bola mata. Saat ia di dalam kandungan, ibunya putus asa dengan keberadaan ayahnya, lalu mencoba melakukan tindakan bunuh diri. Ini berimbas di masa kecilnya. Ia melewati semuanya dengan luka yang teramat dalam. Kesepian menjadi nyanyian pilu yang disimpannya sendiri. Bertahun-tahun, ia mengalami frustrasi dan terus bertanya. Mengapa ia dilahirkan buta? Namun, semua kesesakan itu dihempasnya di kaki salib Yesus. Kini, Jhon bisa berkata, "Hidup saya amat berarti."

 

 Lahir Tanpa Bola Mata
Saat mengandung Jhon empat bulan, ibunya terguncang karena ayah Jhon punya kebiasaan judi yang tak kunjung berhenti. Puncak stres itu ketika ayah Jhon berurusan dengan polisi dan masuk penjara. Dalam keputusasaan, dia mencoba bunuh diri dengan menenggak minuman yang mematikan, semacam garam pekat. Namun, Tuhan berkehendak lain, keduanya selamat. "Mama saya terselamatkan. Saya yang di dalam kandungan pun tetap hidup meskipun lahir dengan keadaan mata seperti ini, tanpa bola mata," kisah anak bungsu dari empat bersaudara itu.

Jhon yang terlahir dengan nama Laij Tji The seolah menampung duka lara dan kemarahan ibunya. "Umur delapan bulan, saya dibawa Mama ke Jakarta untuk periksa mata. Tapi dokter mengatakan saya tak mungkin bisa melihat, sekali pun dicangkokkan melalui donor.

Tidak ada harapan karena saraf mata sudah mati. Lebih menyakitkan, dokter bilang pada mama bahwa hidup saya sudah tidak berguna dan belum terlambat untuk membunuhnya," cerita Jhon yang mengetahui semua kisah itu dari ibunya.

Jhon "hidup" dalam gelap. Ia tak bisa melihat apa-apa. Jhon kecil sendirian. Ia menyendiri di kamar, duduk terpekur. Belajar berjalan dan berulang kali jatuh, tak jarang kepalanya terbentur. Tangannya adalah juga mata yang melihat dengan meraba. "Saya tahu, saya cacat karena Mama. Sering kali kalau saya dianggap nakal, Mama kerap mengeluarkan kata-kata penyesalan telah melahirkan saya. Bahkan, beberapa kali Mama mengancam dengan kata-kata, 'Saya akan bunuh kamu!'"

Bila ada tamu, Jhon kecil diboyong ke kamar. "Mereka malu karena memiliki anggota keluarga yang cacat. Saya dijauhkan dari hubungan luar. Menjadi kebiasaan ketika saya mulai tumbuh besar, langsung cepat-cepat masuk kamar bila ada ketukan pintu atau terdengar suara orang datang. Saya hanya mengenal rumah dan orang-orang seisi rumah," ungkapnya lirih.

Sewaktu umur sepuluh tahun, Jhon pernah mencoba bunuh diri. Setengah tak sadar, Jhon mengikat leher dengan karet sampai sulit bernapas. Sikap berontak pada orang tua dan situasi yang membosankan itu membuat Jhon gampang tersinggung. Namun, sakit hati itu cuma bisa dirasakannya dalam hati.

Jhon tak bisa lagi menghindar ketika guru-guru les ketiga kakaknya selalu datang ke rumah memberi pelajaran. "Mereka sering datang, jadi mau nggak mau saya kenal mereka. Di antara mereka, ada yang sangat memerhatikan saya, mengajak saya ngobrol, suka ngasih permen dan ngajak saya nyanyi. Dari sinilah, saya mulai berani bicara dengan orang di luar keluarga."

Ketika Jhon pindah rumah, ia mulai berani ngajak ngobrol orang yang ditemui. Suatu kali, ada yang membawanya ke persekutuan. Namun, entahlah, Jhon cepat bosan. Paling bertahan dua minggu, setelah itu, selalu bikin alasan sakit atau jawaban sekenanya.

Ishak Sang Motivator
Di rumah yang baru, ada beberapa orang datang ke rumahnya. Salah satunya adalah Ishak, pemuda Kristen yang kerap mabuk. "Kamu harus bisa main gitar, ntar saya pinjemin dari gereja. Saya ajarin kamu sebentar, trus kamu latihan sendiri. Dua minggu kamu harus bisa mainkan satu lagu. Kamu harus rajin. Jangan cepat putus asa kayak saya. Kamu harus punya masa depan," kata Jhon tertawa menirukan nasihat Ishak. Menurut Jhon, kata-kata Ishak itu kena di hatinya. Ia lantas belajar gitar dengan sungguh-sungguh.

Suatu kali, Jhon berkenalan dengan Amir, teman kakaknya, seorang arsitek yang mengerjakan taman di halaman rumahnya. Jhonlah yang paling banyak menemani Amir lantaran paling sering di rumah. Betapa kagetnya Amir ketika tiba-tiba Jhon nyanyi lagu Gombloh sambil memetik gitar. "Pak Amir langsung nanya, mau bantu saya main musik di gereja? Karena saya merasa sangat dekat dengan dia saya nggak enak nolak. Pak Amir sungguh-sungguh melayani dan mendorong saya. Biarpun hujan, Pak Amir tetap menjemput saya dengan sepeda motornya. Padahal jarak rumah kami cukup jauh. Dalam hati saya, nekat juga orang ini."

Perubahan Sikap
Suatu malam, di rumah teman, Jhon merenungi hidup. Rasa gagal, tertolak, tidak berguna yang selama ini menekannya, satu per satu terbayang di benaknya. Masa kecil yang kelam penuh kepahitan, perkataan ibunya, saudara serta kata-kata dokter yang pernah ia dengar dari mulut mamanya betul-betul menyesakkan. Malam itu menjadi malam yang amat berarti bagi Jhon. Ia tumpahkan segala kekesalan dan gelisahnya pada Tuhan. Jhon berserah penuh pada Tuhan. Ia bertekad mengubah cara pandangnya dalam melihat kehidupan.

Pelan-pelan, Jhon bisa menerima kekurangannya. Dia juga berdamai dengan diri sendiri dan mengampuni orang-orang yang pernah melukainya. Malam itu, Jhon "berhadapan dengan Tuhan".

"Saya seperti menemukan sosok Bapak," kata Jhon yang sejak lahir sampai ia dengar ayahnya meninggal, belum pernah sekalipun bertemu.

Sukacita dan harapan pelan-pelan memenuhi hati Jhon. Bagi Jhon malam itu adalah malam pengampunan. Sebab pada malam itu, ia bisa mengampuni setiap orang yang pernah melukainya. Itulah yang memotivasi Jhon untuk bangkit dan tidak larut dalam masalah. Benarlah, hati yang gembira adalah obat. Jhon makin giat melayani Tuhan. Lewat nyanyian dan petikan gitarnya, ia semakin maju dan menang mengalahkan segala rasa yang tak perlu disimpannya.

Usia 20 tahun, Jhon memberanikan diri minta izin pada ibunya untuk dibaptis. Ibunya tak keberatan asal Jhon menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh. "Meski Mama bukan seorang Kristen, tapi ia sungguh-sungguh mendorong saya untuk melayani Tuhan. Pernah suatu kali, saya jenuh dan berniat bolos tidak ke gereja, Mama saya ribut. 'Lho, katanya kamu mau jadi Kristen kok malas-malasan. ' Ketika saya pulang pelayanan, Mama menunggu saya dan selalu bertanya, sudah makan belum?"

Tuhan juga memberi kesempatan Jhon melayani ibunya saat wanita yang melahirkannya itu jatuh sakit dan harus opname. Selama satu minggu, Jhon menemani ibunya, "Sewaktu Mama anfal, ia berteriak, 'Yesus tolong saya!' Tak lama kemudian, Mama dipanggil Tuhan. Rasanya waktu bersama Mama belum cukup. Mama meninggal saat kami sangat dekat. Tapi hati saya sangat bahagia, Mama sudah mengakui Yesus."

Bertemu Tulang Rusuk

Jhon semakin terpacu bercerita tentang Yesus. Jadwal pelayanan padat. Awal Juni tahun 2000, Jhon bersama beberapa teman pelayanan ke Kalimantan Barat. Di sana , Jhon didampingi Pdt. Kenny Wolter. Marianalah yang mengurus dan banyak mendampingi Jhon.

Teman-teman Jhon maupun Mariana kerap menggoda, "Wah, kayaknya kalian cocok banget," kata Jhon tersenyum menirukan godaan mereka.

Sehari menjelang kembali ke Jakarta , Jhon "didesak" teman-temannya untuk "mengungkapkan cinta". Semula Jhon ragu, sadar atas keterbatasan yang dimilikinya. Namun akhirnya, muncul keberanian itu. Jhon mengajak bicara Mariana. Memang tak ada yang dapat membandingi kuasa Tuhan. Mariana, meski kaget bukan kepalang, akhirnya menerima cinta Jhon.

Malam itu pula mereka sepakat untuk segera menikah. Hal ini disampaikan kepada Pdt. Kenny, yang kaget mendengarnya. "Pendeta bilang, uji dulu. Kami pun dipisahkan di tempat yang berbeda. Setelah selesai, kami dipanggil Pdt. Kenny. Apakah jawaban kami sama? Ternyata saya dan Mariana punya jawaban sama, mantap untuk menikah."

Pernikahan yang mengharukan itu pun dilaksanakan. "Saya pulang ke Jakarta bawa istri, mukjizat ya?" kata Jhon tertawa, Mariana yang mendampingi pun tersenyum.

Mariana mengaku kagum atas karya Tuhan dalam hidup suaminya.  "Meskipun Kak Jhon begitu, dia loh yang atur keuangan keluarga. Dia pinter banget ngurus duit. Saya juga heran, dia bisa main gitar, keyboard, drum, suaranya juga bagus," ungkap Mariana, gantian Jhon tersenyum mendengar pujian istrinya.

Tak lama menunggu, Mariana hamil. Pada 13 April 2002, lahirlah Ester Agung Natanael; buah cinta kisah keajaiban.

Jhon tak lagi merasa sepi dan sendiri. Mariana dan Ester memenuhinya dengan cinta. Luka itu telah digantikan-Nya dengan sukacita.

------------ --------- --------- --------- ---------
Diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku   : Karena Dia
Judul artikel: Saya Terselamatkan Walaupun Lahir Tanpa Bola Mata
Penyusun     : Niken Maria Simarmata
Penerbit     : ANDI, Yogyakarta 2006
Halaman      : 71 – 80