Selasa, 29 Oktober 2013

ASUS Fonepad Tablet 7 Inci dengan Fungsi Telepon






Zaman sekarang adalah zaman Tablet. Ke mana dan di mana pun sebagian orang baik pria maupun wanita, baik itu karyawan maupun masyarakat kebanyakan, menenteng semacam dompet hanya sedikit lebih besar. Ya, itulah komputer berjalan yang di tahun 80 atau 90an mustahil dapat dilakukan.

Dengan tablet tersebut, seolah-olah dunia berada di genggamannya. Internet menjadi sarana ketika dunia bisa diakses melalui acang (gadget) yang disebut tablet. Mengapa harus tablet? Kan sekarang sudah bisa dengan menggunakan telepon pintar (smartphone)? Memang bisa, namun kurang mengasikkan, karena dengan tablet, ukuran layar menjadi masalah yang sangat penting.

Berbicara internet, berarti berbicara mengenai konektivitas dengan apa sebuah acang dapat terhubung. Banyak cara untuk dapat berinternet melalui tablet. Namun perlu diketahui bahwa  sebagian besar tablet terjangkau yang tersedia di pasaran saat ini merupakan tablet dengan konektivitas WiFi untuk terhubung ke Internet.

Khusus di Indonesia, konektivitas WiFi memang sangat terbatas, karena bisa setiap saat dan setiap tempat dapat melakukan konektivitas WiFi. Perlu sebuah koneksi modem terintegrasi di dalam tablet sehingga kita bisa lebih leluasa berinternet, tanpa batasan ruang dan waktu. Modem yang terintegrasi di dalam tablet itulah yang orang awam sering tanyakan, “Ini tablet bisa buat telepon juga gak?”  Dengan kata lain, tablet yang bisa buat internetan dan juga bisa buat nelepon.

Beberapa model dan jenis tablet sudah dilengkapi fitur koneksi 3G milik operator seluler untuk mengakses Internet. Di Indonesia sendiri, jaringan telekomunikasi nirkabel operator seluler memang sudah sangat luas, mencakup hampir ke seluruh pelosok negeri.

Namun ternyata kebutuhan seseorang akan sebuah tablet makin meningkat. Sebagian pengguna menginginkan tablet yang tidak hanya untuk internetan, tetapi juga mampu melakukan panggilan suara.

Inilah sebuah peluang yang mendorong ASUS, sebagai pemimpin global di era digital untuk menghadirkan ASUS Fonepad, produk yang mampu memenuhi kebutuhan itu (data dan suara) di dalam sebuah tablet.

ASUS Fonepad merupakan tablet 7 inci dengan fitur luar biasa yang memungkinkan penggunanya menerima atau melakukan panggilan suara, mengirimkan SMS, ataupun MMS. Fitur ini membuat tablet Fonepad memiliki fungsi lebih dari sekedar sebuah smartphone.

Tablet ASUS Fonepad hadir dalam pilihan warna Titanium Gray atau Champagne Gold. Menggunakan casing berbahan metallic finish sehingga terkesan elegan. Desain terlihat minimalis, rapi, karena penempatan slot MicroSD dan Micro SIM card, juga konektor USB, beraada di dalam penutup belakang, bagian atas Fonepad. Hal ini menegaskan desain Fonepad secara keseluruhan bagaikan tablet kelas premium.

Bagi Anda yang biasa menggunakan komputer, Anda pasti fanatik dengan prosesor merk Intel yang terkenal kuat, handal, dan stabil. Nah, ternyata ASUS Fonepad memilih prosesor Intel Atom Z2420 Lexington, yang merupakan prosesor berkecepatan 1,2GHz dan memiliki fitur HyperThreading sebagai “otak” di dalam tabletnya. Hal ini sekaligus membuat Fonepad menjadi tablet 7 inci pertama di dunia yang menggunakan prosesor Intel Atom tersebut.

Resolusi layar 7 inci ASUS Fonepad adalah High Definition yakni 1280x800 piksel. Dengan panel IPS (In-Plane Switching) menjadikan tablet ini punya tampilan yang tetap tajam, warna cerah meski dilihat dari berbagai sudut, hingga 178 derajat.

Ada dua kamera disematkan di tablet ASUS Fonepad ini. Di bagian depan beresolusi 1,2MP, di bagian belakang beresolusi 3MP dengan auto focus yang juga dapat digunakan untuk merekam video beresolusi HD 720p.

ASUS Fonepad ini sudah menggunakan operating  system (OS) Android versi terbaru yaitu Jelly Bean 4.1, dengan dua varian memori internal sebesar 8 dan 32GB. Sangat cukup untuk menyimpan data tulisan, gambar, video, atau pun musik kesukaan Anda. Jika kurang, ASUS Fonepad, tablet 10 finger multi-touch ini menyediakan slot MicroSD untuk ekspansi memori Anda hingga 32GB. Jika masih belum juga mencukupi, ASUS menyediakan online storage sebesar 5GB yang bisa digunakan secara cuma-cuma selamanya oleh pengguna.

Fitur Webstorage Office yang dimiliki ASUS Fonepad, memungkinkan pengguna membuka, membuat, mengedit, atau melakukan sharing dokumen MS Word, Excel dan PowerPoint tanpa perlu menginstalasi Microsoft Office seperti yang dilakukan tablet sejenisnya.

Yang selalu ditanyakan oleh orang yang hendak membeli sebuah tablet, adalah kekuatan baterai sebagai sumber utama daya pengoperasian. Hal ini sangat penting mengingat para pengguna saat ini yang mobile, tidak selalu berada di tempat. Berada di mana saja namun tetap dapat terhubung tanpa terganggu karena tiba-tiba tabletnya ‘low batt”.  

Nah ini yang dengan cerdik dan cerdas dilakukan oleh ASUS Fonepad. Dengan baterai sebesar 4270mAh (cukup besar untuk sebuah tablet sejenis), pengguna dapat memainkan video beresolusi HD 720p hingga 9,5 jam. Saat melakukan panggilan telepon di jaringan 3G, baterai tersebut mampu bertahan hingga 31 jam. Sangat luar biasa!!

Nah.... dengan kondisi seperti tersebut di atas, Anda pasti tertarik dengan ASUS Fonepad. Yang menjadi pertanyaan terakhir, “Berapa harganya? Pasti mahal!”

Benar sekali.. Anda akan kaget sekaligus kagum karena saat ini ASUS Fonepad dipasarkan dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp2.999.000 untuk kapasitas 8GB dan Rp3.699.000 untuk kapasitas 32GB.

Bagaimana? Tertarik? Kalau saya jadi Anda, saya langsung membeli dan ingin segera memilikinya, karena saya berpengalaman dengan produk merk “ASUS” pada bidang komputerisasi, yaitu untuk produk mainboard dan laptop. Mainboard dan laptop merk “ASUS” terkenal cepat saat booting, handal, dan kuat.

Dengan pengalaman yang demikian hebatnya, maka bagi saya pribadi, ASUS Fonepad adalah produk yang menjadi daya magnet bagi calon pengguna untuk segera memilikinya.

Lihat Videonya :

Senin, 15 Juli 2013

Misteri Fenomena Sleep Paralysis Tidur Seperti di Tindih Setan





Kamu membuka mata. Baru saja kamu tidur selama beberapa jam. Kamu bisa merasakan pikiranmu melayang-layang antara sadar dan tidak. Sambil berusaha mengumpulkan kesadaranmu, kamu mencoba untuk bangun. Tetapi, ada sesuatu yang tidak beres. Tubuhmu tidak bisa bergerak, nafasmu sesak, seakan-akan ada makhluk tidak terlihat yang menginjak dadamu. Kamu membuka mulutmu dan hendak berteriak, tidak ada suara yang keluar. 

Seseorang sedang mencekik leherku, pikirmu. Ada sesuatu yang tidak beres.

Ya, kalian mengerti maksudnya. Kita semua pernah mengalaminya. Sebagian menyebut fenomena ini dengan sebutan tindih hantu atau erep-erep. Entah apa kata resmi bahasa Indonesianya. Dont worry, anda tidak sedang diganggu makhluk halus. Ini penjelasan ilmiahnya.

Pada saat mengalami ini biasanya kita akan sulit sekali bergerak dan kemudian ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh.

Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali, biasanya disertai juga dengan munculnya bayangan kegelapan. Hal inilah yang diasumsikan “ketindihan” makhluk halus orang sebagian besar orang.

Sleep Paralysis
Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh).

Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.
Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan.

Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. 

Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit.

Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.

Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien.

Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.

Kurang Tidur
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM). Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan.

Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM.

Pada tahap inilah mimpi terjadi. Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).

Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol.

Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.

Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.

Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.

Perlu diketahui juga, sleep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.

Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.

Sabtu, 06 Juli 2013

Bijaksana Memilih TV Berlangganan (Pay TV)





Banyak sekali Televisi Berlangganan (Pay TV) di Indonesia. Dan itu membuat kita bingung untuk memilih mana yang terbaik.

Tidak ada yang terbaik, tapi semuanya baik. Tergantung bagaimana kita secara bijak memilih dan memilah mana yang harus kita pilih. Tentu saja ini menyangkut kantong (dana yang tersedia) dan kepuasan menikmati tontonan acara.

Ada Indovision, AoraTV, OrangeTV, TelkomVision, CentrinTV, TopasTV, NexMedia, Firstmedia, dan yang terbaru yang katanya paling lengkap dan terbesar, adalah BigTV. Itu semua adalah saluran televisi berbayar alias televisi satelit yang dapat disaksikan dengan cara berlangganan, baik bulanan maupun tahunan sekaligus.

Saya tidak akan membahas satu persatu saluran televisi berbayar tersebut, karena semuanya terserah Anda. Saya hanya memberikan panduan sederhana dalam memilih TV berlangganan tersebut secara bijak, dan tentu saja bisa menghemat uang Anda sekaligus puas menikmati tayangan sesuai keinginan Anda.

Dari beberapa saluran yang ada, saya hanya merekomendasikan 5 (lima) saja yaitu Indovision, AoraTV, TelkomVision, dan NexMedia dan BigTV. Mengapa? Selain bagus, channelnya banyak pilihan, punya nama besar, dan yang terpenting adalah murah tapi tidak murahan. Indovision, adalah milik pengusaha multimedia Hary Tanoesoedibjo, yang juga pemilik MNC Group yang membawahi MNC TV, Global TV, dan RCTI. AoraTV, dimiliki oleh mantan Menteri Perdagangan di era Gus Dur, Rini M. Soewandi, TelkomVision, sesuai namanya, adalah milik PT Telkom, NexMedia yang dimiliki oleh Emtek Group yang juga membawahi SCTV dan Indosiar. First Media, adalah perusahaan telekomunikasi dan informasi dengan merek dagang FastNet. Untuk FastNet, FirstMedia menyediakan konten internet dengan kecepatan tinggi. Jadi bila Anda berlangganan FirstMedia, Anda akan mendapat bonus paket internet sesuai harga paket yang diambil. Yang terbaru adalah BigTV yang merupakan "pecahan" dari FirstMedia. Terbukti dengan adanya tayangan di BigTV yang berlogo FirstMedia di ujung kanan atas. Lima yang pertama yaitu Indovision, AoraTV, TelkomVision, FirstMedia, dan BigTV menggunakan parabola untuk menangkap siaran, sedangkan NexMedia hanya menggunakan dekoder (STB, Set Top Box) dan penangkapan sinyal menggunakan antena TV terestrial (UHF) biasa. Cara kerjanya, dapat dilihat di situsnya.

Apa sih daya tarik TV berlangganan? Tentu saja hiburan tanpa iklan khususya film action, drama, dari luar negeri. Dan juga acara dokumenter atau anak-anak yang tidak ditayangkan di TV rumah biasa. Dan yang pasti, FirstMedia dan BigTV memberikan tayangan berkualitas yaitu High Definition yang dapat dengan jelas dan bagus bila disaksikan menggunakan televisi jenis LCD atau LED dengan ukuran type layar 16:9. Sedangkan bila menggunakan televisi tabung biasa, tidak akan terlihat perbedaannya, dan tentu saja tidak akan asik. Sebagai informasi, BigTV adalah penyedia (provider) TV berbayar yang paling banyak tayangan kualitas HD dibandingkan yang lainnya, dengan beberapa paket yang ditawarkan dengan harga yang terjangkau.

Nah, bagaimana kita memilih dan memilah TV berlangganan yang baik dan bijaksana? Ini tipsnya...

Sebenarnya, saluran yang ditayangkan oleh TV berlangganan itu berdasarkan kategori. Seperti kategori hiburan, film, berita, olahraga, keluarga, dokumenter, talkshow, anak-anak, religi, dan sebagainya. Nah yang perlu diperhitungkan adalah tayangan yang sesuai dengan keinginan Anda sendiri sesuai kategorinya. Misalnya, Anda butuh kategori Film action atau drama, Anda bisa memilih HBO, Fox Movies Premium, Cinemax, Celestial Movies (khusus Mandarin). Kategori Dokumenter, Anda bisa memilih Animal Planet, National Geographic Wild (tentang kehidupan binatang), History (tentang sejarah dunia), Discovery Channel (tentang pengetahuan). Kategori Anak-anak, Anda bisa memilih Kids Co, Jim Jam, Nick Jr, Disney Junior, Cartoon Network (CN), dll. Kategori Berita, bisa CNN, Al Jazeera, Fance24, DW, dll. Kategori Talkshow, bisa Channel M. Penyuka busana, bisa memilih F-TV (Fashion TV), E!. Penyuka masakana, bisa memilih TLC, LI, AFC (Asian Food Channel), dll. Penyuka mobil bisa memilih Discovery Turbo. Penyuka travelling bisa memilih Nat Geo Travel, TLC, dll.

Nah... sudah ketahuan kan apa yang dimaui. Sekarang tinggal memilah bagaimana channel-channel berdasarkan kategori tersebut, bisa didapatkan dalam satu kesatuan Paket tayangan TV berbayar, sehingga tidak harus memilih banyak Paket, karena biasanya TV berlangganan menerapkan harga per Paket. Nama Paket berbeda-beda tergantung stasiun (provider) TV berlangganan yang bersangkutan.

Perlu diingat, ada provider TV berlangganan yang memasukkan saluran yang seharusnya gratis (karena bisa ditonton melalui TV rumahan biasa), tapi dimasukkan dalam Paket dan disatukan dengan saluran yang lain sehingga mau tidak mau kita harus “membeli” Paket tersebut. Artinya kita membuang uang untuk tayangan yang sebenarnya kita tidak membutuhkan.

Setelah memilah, maka tiba saatnya untuk membandingkan harga Paketnya. Paket mahal bukan berarti bagus atau salurannya banyak, tapi itu “permainan” provider TV berlangganan agar Anda memilih Paket ini. Buktinya? Di provider lain, jenis saluran yang sama juga tersedia, tapi harga Paketnya lebih murah. Harga mahal, bisa saja hanya karena mereka menjual nama ‘brand’ TV berlangganan. Tidak lebih dari itu.

Perlu diingat juga, tidak semua saluran yang Anda “beli” dalam Paket, Anda tonton semua. Bayangkan bila Anda hobi menonton film, kan tidak harus membeli paket Dokumenter atau Hiburan yang sebenarnya bisa Anda dapatkan di TV rumah biasa. Jadi Anda hanya membeli Paket Film saja dan Paket “Basic” (yang memang harus dibeli sebagai syarat pertama).

Contoh kasus, Anda penyuka film, maka Anda cukup membeli Paket Basic dan Paket Cinema (HBO, Cinemax, Fox Movies, Celestial Movies dll) saja. Anda berhemat biaya.

Karena itu, sebelum memutuskan untuk berlangganan, alangkah baiknya melihat Paket yang tersedia di dalamnya sesuai dengan kebutuhan Anda, melalui situs yang tersedia.

Selamat berburu tayangan !!!

TAUTAN: