Senin, 15 Juli 2013

Misteri Fenomena Sleep Paralysis Tidur Seperti di Tindih Setan





Kamu membuka mata. Baru saja kamu tidur selama beberapa jam. Kamu bisa merasakan pikiranmu melayang-layang antara sadar dan tidak. Sambil berusaha mengumpulkan kesadaranmu, kamu mencoba untuk bangun. Tetapi, ada sesuatu yang tidak beres. Tubuhmu tidak bisa bergerak, nafasmu sesak, seakan-akan ada makhluk tidak terlihat yang menginjak dadamu. Kamu membuka mulutmu dan hendak berteriak, tidak ada suara yang keluar. 

Seseorang sedang mencekik leherku, pikirmu. Ada sesuatu yang tidak beres.

Ya, kalian mengerti maksudnya. Kita semua pernah mengalaminya. Sebagian menyebut fenomena ini dengan sebutan tindih hantu atau erep-erep. Entah apa kata resmi bahasa Indonesianya. Dont worry, anda tidak sedang diganggu makhluk halus. Ini penjelasan ilmiahnya.

Pada saat mengalami ini biasanya kita akan sulit sekali bergerak dan kemudian ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh.

Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali, biasanya disertai juga dengan munculnya bayangan kegelapan. Hal inilah yang diasumsikan “ketindihan” makhluk halus orang sebagian besar orang.

Sleep Paralysis
Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh).

Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.
Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan.

Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. 

Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit.

Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.

Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien.

Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.

Kurang Tidur
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM). Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan.

Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM.

Pada tahap inilah mimpi terjadi. Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).

Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol.

Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.

Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.

Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.

Perlu diketahui juga, sleep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.

Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.

Sabtu, 06 Juli 2013

Bijaksana Memilih TV Berlangganan (Pay TV)





Banyak sekali Televisi Berlangganan (Pay TV) di Indonesia. Dan itu membuat kita bingung untuk memilih mana yang terbaik.

Tidak ada yang terbaik, tapi semuanya baik. Tergantung bagaimana kita secara bijak memilih dan memilah mana yang harus kita pilih. Tentu saja ini menyangkut kantong (dana yang tersedia) dan kepuasan menikmati tontonan acara.

Ada Indovision, AoraTV, OrangeTV, TelkomVision, CentrinTV, TopasTV, NexMedia, Firstmedia, dan yang terbaru yang katanya paling lengkap dan terbesar, adalah BigTV. Itu semua adalah saluran televisi berbayar alias televisi satelit yang dapat disaksikan dengan cara berlangganan, baik bulanan maupun tahunan sekaligus.

Saya tidak akan membahas satu persatu saluran televisi berbayar tersebut, karena semuanya terserah Anda. Saya hanya memberikan panduan sederhana dalam memilih TV berlangganan tersebut secara bijak, dan tentu saja bisa menghemat uang Anda sekaligus puas menikmati tayangan sesuai keinginan Anda.

Dari beberapa saluran yang ada, saya hanya merekomendasikan 5 (lima) saja yaitu Indovision, AoraTV, TelkomVision, dan NexMedia dan BigTV. Mengapa? Selain bagus, channelnya banyak pilihan, punya nama besar, dan yang terpenting adalah murah tapi tidak murahan. Indovision, adalah milik pengusaha multimedia Hary Tanoesoedibjo, yang juga pemilik MNC Group yang membawahi MNC TV, Global TV, dan RCTI. AoraTV, dimiliki oleh mantan Menteri Perdagangan di era Gus Dur, Rini M. Soewandi, TelkomVision, sesuai namanya, adalah milik PT Telkom, NexMedia yang dimiliki oleh Emtek Group yang juga membawahi SCTV dan Indosiar. First Media, adalah perusahaan telekomunikasi dan informasi dengan merek dagang FastNet. Untuk FastNet, FirstMedia menyediakan konten internet dengan kecepatan tinggi. Jadi bila Anda berlangganan FirstMedia, Anda akan mendapat bonus paket internet sesuai harga paket yang diambil. Yang terbaru adalah BigTV yang merupakan "pecahan" dari FirstMedia. Terbukti dengan adanya tayangan di BigTV yang berlogo FirstMedia di ujung kanan atas. Lima yang pertama yaitu Indovision, AoraTV, TelkomVision, FirstMedia, dan BigTV menggunakan parabola untuk menangkap siaran, sedangkan NexMedia hanya menggunakan dekoder (STB, Set Top Box) dan penangkapan sinyal menggunakan antena TV terestrial (UHF) biasa. Cara kerjanya, dapat dilihat di situsnya.

Apa sih daya tarik TV berlangganan? Tentu saja hiburan tanpa iklan khususya film action, drama, dari luar negeri. Dan juga acara dokumenter atau anak-anak yang tidak ditayangkan di TV rumah biasa. Dan yang pasti, FirstMedia dan BigTV memberikan tayangan berkualitas yaitu High Definition yang dapat dengan jelas dan bagus bila disaksikan menggunakan televisi jenis LCD atau LED dengan ukuran type layar 16:9. Sedangkan bila menggunakan televisi tabung biasa, tidak akan terlihat perbedaannya, dan tentu saja tidak akan asik. Sebagai informasi, BigTV adalah penyedia (provider) TV berbayar yang paling banyak tayangan kualitas HD dibandingkan yang lainnya, dengan beberapa paket yang ditawarkan dengan harga yang terjangkau.

Nah, bagaimana kita memilih dan memilah TV berlangganan yang baik dan bijaksana? Ini tipsnya...

Sebenarnya, saluran yang ditayangkan oleh TV berlangganan itu berdasarkan kategori. Seperti kategori hiburan, film, berita, olahraga, keluarga, dokumenter, talkshow, anak-anak, religi, dan sebagainya. Nah yang perlu diperhitungkan adalah tayangan yang sesuai dengan keinginan Anda sendiri sesuai kategorinya. Misalnya, Anda butuh kategori Film action atau drama, Anda bisa memilih HBO, Fox Movies Premium, Cinemax, Celestial Movies (khusus Mandarin). Kategori Dokumenter, Anda bisa memilih Animal Planet, National Geographic Wild (tentang kehidupan binatang), History (tentang sejarah dunia), Discovery Channel (tentang pengetahuan). Kategori Anak-anak, Anda bisa memilih Kids Co, Jim Jam, Nick Jr, Disney Junior, Cartoon Network (CN), dll. Kategori Berita, bisa CNN, Al Jazeera, Fance24, DW, dll. Kategori Talkshow, bisa Channel M. Penyuka busana, bisa memilih F-TV (Fashion TV), E!. Penyuka masakana, bisa memilih TLC, LI, AFC (Asian Food Channel), dll. Penyuka mobil bisa memilih Discovery Turbo. Penyuka travelling bisa memilih Nat Geo Travel, TLC, dll.

Nah... sudah ketahuan kan apa yang dimaui. Sekarang tinggal memilah bagaimana channel-channel berdasarkan kategori tersebut, bisa didapatkan dalam satu kesatuan Paket tayangan TV berbayar, sehingga tidak harus memilih banyak Paket, karena biasanya TV berlangganan menerapkan harga per Paket. Nama Paket berbeda-beda tergantung stasiun (provider) TV berlangganan yang bersangkutan.

Perlu diingat, ada provider TV berlangganan yang memasukkan saluran yang seharusnya gratis (karena bisa ditonton melalui TV rumahan biasa), tapi dimasukkan dalam Paket dan disatukan dengan saluran yang lain sehingga mau tidak mau kita harus “membeli” Paket tersebut. Artinya kita membuang uang untuk tayangan yang sebenarnya kita tidak membutuhkan.

Setelah memilah, maka tiba saatnya untuk membandingkan harga Paketnya. Paket mahal bukan berarti bagus atau salurannya banyak, tapi itu “permainan” provider TV berlangganan agar Anda memilih Paket ini. Buktinya? Di provider lain, jenis saluran yang sama juga tersedia, tapi harga Paketnya lebih murah. Harga mahal, bisa saja hanya karena mereka menjual nama ‘brand’ TV berlangganan. Tidak lebih dari itu.

Perlu diingat juga, tidak semua saluran yang Anda “beli” dalam Paket, Anda tonton semua. Bayangkan bila Anda hobi menonton film, kan tidak harus membeli paket Dokumenter atau Hiburan yang sebenarnya bisa Anda dapatkan di TV rumah biasa. Jadi Anda hanya membeli Paket Film saja dan Paket “Basic” (yang memang harus dibeli sebagai syarat pertama).

Contoh kasus, Anda penyuka film, maka Anda cukup membeli Paket Basic dan Paket Cinema (HBO, Cinemax, Fox Movies, Celestial Movies dll) saja. Anda berhemat biaya.

Karena itu, sebelum memutuskan untuk berlangganan, alangkah baiknya melihat Paket yang tersedia di dalamnya sesuai dengan kebutuhan Anda, melalui situs yang tersedia.

Selamat berburu tayangan !!!

TAUTAN: