Sabtu, 23 April 2011

PASKAH = Kematian YESUS

Selama ini, umat Kristiani merayakan Paskah pada hari Minggu, yaitu hari ketiga setelah dua hari sebelumnya yaitu hari Jumat merayakan hari raya Jumat Agung.

Jumat Agung adalah memperingati kematian Yesus di atas kayu salib untuk menebus dosa seluruh umat manusia, dan pada hari ketiga merayakan Paskah sebagai tanda kemenangan bahwa Yesus tidak mati, tapi bangkit dari kubur pada hari yang ketiga.

Apakah benar Yesus mati pada hari Jumat? Tidak ada yang mengetahui secara persis hari maupun tanggalnya. Hanya di dalam Alkitab disebutkan bahwa setelah Yesus mati, maka dikuburkan. Dan setelah dikuburkan selama tiga hari, Yesus bangkit. Dalam arti kata di dalam kubur tiga hari, lalu bangkit. Berarti, kalau kita merayakan Paskah pada hari Minggu, berarti Yesus mati pada hari Rabu, di dalam kubur selama tiga hari (Kamis, Jumat, Sabtu), dan esoknya (hari Minggu) Yesus bangkit. Buktinya ?

Matius 12:40
Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

Markus 9 : 31
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."

Mengapa kita merayakannya pada hari Jumat sebagai Jumat Agung kemudian hari Minggunya dengan hari raya Paskah dengan ibadah di gereja-geraja? Ini karena sudah dijadikan kebiasaan bagi orang-orang dan menggunakan kalendar dunia. Jadi sebenarnya sudah salah kaprah. Tapi bukan harinya atau kejadiannya, yang penting adalah makna dari Paskah itu sendiri.

Namun kenapa Jumat Agung dan Paskah selalu jatuh di bulan April? Ini karena ada sejarah sesuai kalendar Yahudi yang dikonversikan ke kalendar sistem Gregorian.


Ezra 6 : 19-21
19  Dan pada tanggal empat belas bulan pertama mereka yang pulang dari pembuangan merayakan Paskah.
20  Karena para imam dan orang-orang Lewi bersama-sama mentahirkan diri, sehingga tahirlah mereka sekalian. Demikianlah mereka menyembelih anak domba Paskah bagi semua orang yang pulang dari pembuangan, dan bagi saudara-saudara mereka, yakni para imam, dan bagi dirinya sendiri.
21  Orang-orang Israel yang pulang dari pembuangan memakannya dan demikian juga setiap orang yang memisahkan diri dari kenajisan bangsa-bangsa negeri itu lalu menggabungkan diri kepada mereka, untuk berbakti kepada TUHAN, Allah Israel.

Dalam kalendar Yahudi, bulan pertama bernama Nisan yang terdiri dari 30 hari, yang dimulai pada tanggal 13 Maret hingga 11 April (konversi ke kalendar Gregorian) (lihat di Wikipedia).

Jadi bila merujuk kepada ayat Firman Tuhan di atas, 14 hari di bulan pertama, berarti jatuh sekitar tanggal 27 Maret. Karena di kalendar sistem Grogorian ada bulan Februari yang hanya 28 atau 29 hari, maka bisa jadi setelah beratus-ratus tahun, molor hingga ke bulan April atau kadang sampai ke awal bulan Mei.

Sekarang kita kembali kepada kata “Paskah”.

Paskah (bahasa Yunani: Πάσχα atau Paskha[1]) adalah perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen. Bagi umat Kristen, Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai "anak domba Paskah". Nah, di ayat ke-19 pada Kitab Ezra di atas, dikatakan bahwa umat Israel pulang dari pembuangan (perbudakan) merayakan Paskah dengan menyembelih domba jantan. Karena Yesus dikatakan sebagai Anak Domba, maka Yesus “disembelih” atau dibunuh dengan cara disalib.

Dengan dengan demikian, maka merayakan Paskah yang sebenarnya adalah saat Yesus mati. Dan karena Yesus bangkit di hari ketiga setelah dikuburkan, maka itu adalah kemenangan atas maut. Artinya, Yesus mati untuk menggantikan manusia yang seharusnya mati akibat dosa, Dia menebus dengan nyawa-Nya untuk memerdekakan manusia. Dan karena Yesus adalah Tuhan yang tidak pernah dan tidak bisa mati, maka Ia bangkit dari kematian. Dan inilah kemenangan yang luar biasa bagi seluruh umat manusia, bahwa dosa manusia sudah dipakukan di atas kayu salib bersama Yesus, dimatikan bersama Yesus, dibuang ke alam kubur bersama tubuh Yesus, dan manusia dimenangkan atau dimerdekakan dari dosa dalam kebangkitan tubuh Yesus. Sehingga dengan kebangkitan Yesus, kita merayakan kemenangan kita dengan sukacita bahwa maut tidak ada lagi di dalam diri kita.

Dan ini hanya berlaku kepada manusia yang percaya akan keselamatan yang Tuhan sudah berikan dengan memberikan nyawa-Nya sendiri melalui Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus. Hanya dengan percaya dan mengaku melalui iman, bahwa Yesus sudah mati untuk kita, maka kita ikut bangkit bersama Dia menuju kepada keselamatan kekal di Surga.

Seharusnya inilah yang harus dirayakan besar-besaran oleh umat Kristen, sebagai tanda kemenangan. Bukannya Natal. Karena Natal sendiri tidak pernah dirayakan, dan tidak ada di dalam Alkitab pun, bahwa Natal atau kelahiran Yesus Kristus dirayakan, yang ada hanya menyambut dalam kesederhanaan dan kerendahan hati.

Karena itu saatnya kita berubah. Mari kita sambut dan rayakan Paskah, kematian Anak Domba yaitu Yesus Kristus dan inilah waktunya kita untuk bertobat, membuang semua dosa dan kesalahan kita. Renungkan kematian Yesus yang begitu mengasihi Anda dan saya. Semuanya Dia lakukan secara tulus karena Dia mau Anda dan saya menjadi anak-Nya dan membawa Anda dan saya ke dalam kerajaan Surga. Ini janji yang pasti!! Bukan Insya Allah atau mudah-mudahan !

SELAMAT PASKAH, TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA DAN SAYA !!!