Yohanes 11:33-44
“Maka menangislah Yesus.” (ayat 35)
Begitu cengengkah Tuhan kita? Begitu kekanak-kanakankah Tuhan kita? Di dalam Alkitab kita menjumpai ada 2 (dua) kali Yesus menangis.
Yang pertama, ayat yang sudah kita baca di atas. Lazarus adalah saudara laki-laki dari Maria dan Marta. Lazarus mati dan dikuburkan. Yesus datang ke rumah Maria dan Marta ketika Lazarus sudah dikuburkan selama 4 hari, padahal Yesus sudah diberitahu orang-orang ketika Lazarus baru saja mati supaya Tuhan Yesus membangkitkannya. Tujuannya adalah supaya nama Tuhan dimuliakan.
Ketika sampai di rumah Maria dan Marta, Yesus melihat banyak orang menangisi matinya Lazarus. Mereka berkabung. Dan ketika ditunjukkan kubur Lazarus, dan Yesus pun melihat banyak orang menangis, maka menangislah IA.
Apa yang saudara tangkap dari tangisan Yesus tersebut?
Ketika kita mengalami kesedihan karena ditinggal oleh orang-orang yang kita kasihi, kita menangis. Kita menangis karena harus “berpisah” dengan mereka.
Pertama, Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, Dia punya emosi, sehingga Dia pun menangis melihat penderitaan umatnya. Yesus adalah Allah yang penuh kasih, sehingga Ia pun turut merasakan apa yang dirasakan umatNya.
Kedua, Yesus menangis karena kebodohan kita yang tidak tahu bahwa sebenarnya kita akan bertemu lagi dengan saudara terkasih kita di Surga nanti. Kematian bukanlah akhir, tetapi justru awal dari kehidupan yang baru. Di dalam Tuhan Yesus tidak ada kematian, melainkan hidup yang kekal karena Yesus sendiri berkata di dalam Yohanes 14:6, “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan…..”
Kita orang percaya, seharusnya menghibur dan bersaksi kepada saudara-saudara kita yang belum percaya dan mengenal Yesus. Justru ketika kita berada saat di tempat perkabungan, kita menjadi saksi Kristus. Adanya Ibadah Penghiburan menandakan bahwa kita menyaksikan Kristus di hadapan keluarga yang ditinggal mati. Makanya di Kristen tidak mendoakan orang yang sudah mati, tetapi mendoakan orang-orang yang masih hidup agar diberi kekuatan dan ketabahan.
Yang kedua, artinya tangisan Yesus.
Lukas 19:41
Yesus dielu-elukan ketika memasuki kota Yerusalem. Yesus menangisi kota Yerusalem. Apakah Yesus menangis karena terkenang akan masa lalu kota Yerusalem? Alkitab mencatat bahwa kota ini adalah yang terakhir dimasuki oleh Tuhan Yesus sebelum IA mati disalibkan. Ia tahu bahwa orang-orang yang mengelu-elukanNya, sebentar lagi akan menolak DIA, akan membunuh DIA.
Hal itulah yang ditangisi oleh Yesus bahwa mereka tidak tahu bahwa Yesus adalah Juru Selamat mereka. Yesus ingin mereka mengenal dan mengakui DIA sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka. Yesus menangis, hal ini menandakan bahwa IA mengasihi manusia yang berdosa. Ia menangisi dosa-dosa mereka karena menolak Allah dan keselamatan yang disediakan Allah bagi mereka.
Lukas 23:26-31
Ketika Yesus sedang dibawa ke tempat yang bernama Bukit Tengkorak untuk disalibkan, Yesus menegor perempuan-perempuan yang menonton sambil menangisi dan meratapi Dia. Dikatakan, “…. Janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu dan anak-anakmu…”
Kitalah yang harus kita tangisi. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di dalam kehidupan kita bila kita tidak percaya kepada Kristus. Kitalah orang berdosa yang harus bertobat.
Saudara, kita harus menyadari bahwa Yesus sungguh mengasihi kita. Yesus menangis karena IA sangat mengasihi kita. Tangisan Yesus mempunyai makna yang sangat dalam dimana melalui tangisan itu kita tahu bahwa Allah turut merasakan penderitaan umatNya, Tuhan Yesus senantiasa turut merasakan penderitaan dan beban hidup kita. Dan yang terpenting adalah Allah mengasihi orang yang berdosa seperti kita.
Karena itu, janganlah membuat Allah menangis lagi karena kita. Allah sudah menanggung semua dosa kita di atas kayu Salib. Saatnya kita mengubah hidup kita untuk lebih setia lagi kepada Tuhan dan melakukan kehendak Tuhan di dalam kehidupan kita.
Amin…., Tuhan Yesus memberkati !!