Mistik dikonotasikan dengan hal-hal yang berbau klenik, ilmu hitam, dan lain-lain. Padahal pengertian mistik tersebut sebenarnya ada di dalam Alkitab yang berarti rahasia. Alkitab sering mengungkapkan rahasia-rahasia Tuhan, yang digenapi dengan kelahiran Tuhan Yesus Kristus di dunia.
Mistik pertama, Yesus lahir di dunia merupakan rahasia besar. Allah menjelma menjadi manusia adalah suatu mistik (rahasia). Allah berada di tengah-tengah manusia di dalam diri (sosok) Yesus Kristus. Tidak ada rahasia yang lebih besar selain kelahiran Tuhan ke dalam dunia.
Mistik yang kedua, kematian Tuhan. Dulu kita tidak percaya bahwa Tuhan bisa mati. Tetapi akhirnya kita tahu bahwa dengan matinya Tuhan di atas kayu salib berarti Tuhan menebus dosa manusia. Efek kematian Tuhan dirasakan oleh manusia. Dengan matinya Tuhan kita yakin bahwa dosanya sudah diampuni. Dengan demikian kita dengan yakin berdoa “Abba ya Bapa dalam Kerajaan Surga”. Kita sebagai anak memanggil Tuhan sebagai Bapa kita. Dengan demikian kita bisa menghampiri Tuhan karena yakin dan sungguh-sungguh bahwa dosa kita sudah diampuni.
Mistik yang ketiga, Yesus bangkit. Pada zaman dahulu para imam, para ahli taurat, orang-orang Saduki tidak percaya akan kebangkitan Tuhan. Kita sebagai orang Kristen tidak menyadari makna yang besar dari kebangkitan Tuhan. Padahal seluruh aspek kehidupan manusia (orang Kristen) justru tergantung dari kebangkitan Tuhan. Benar, bahwa kematian itu membawa pengampunan dosa. Tetapi kebangkitan Tuhan itu meterai bahwa kita benar-benar diampuni.
Karena dengan kebangkitan Tuhan, kita menang dalam semua masalah yang dihadapi. Kebahagiaan, kesehatan tubuh jasmani, kebahagian rumah tangga, sukacita, damai sejahtera bisa digenggam di dalam tangan kita. Kita harus merasakan (mengecap) kebangkitan Tuhan seperti kita mengecap makanan yang sedang kita makan, kita bisa merasakan makanan ini asin, manis, pedas, atau hambar. Apabila kita bisa mengecap kebangkitan Tuhan, kita akan selalu nikmat di dalam hidup kita.
1 Kor 15 : 12-15
12 ¶ Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami
katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya,
kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
Rasul Paulus mengatakan, “sia-sialah kepercayaanmu bila kita tidak tahu bahwa Yesus bangkit”. Dengan Yesus bangkit, berarti Dia adalah anak Allah. Hanya Anak Allahlah yang berhak mengampuni orang berdosa. Dia mengampuni dosa manusia yang dinyatakan dengan cara memikul salib dan mati di atas kayu salib, dan kemudian Dia bangkit di antara orang mati.
Rasul Paulus mengatakan bahwa dasar dari semua orang percaya adalah Kebangkitan. Yang pertama kebakitan Yesus, yang kedua adalah kita orang yang mati karena dosa akan dibangkitkan.
Apa gunanya kita jadi Kristen bila kita mati sudah tidak apa-apa lagi. Mari kita jadi bajingan semua saja toh setelah mati kita selesai. Justru dengan kebangkitan kita akan tahu kemana kita akan pergi ke Surga atau Neraka.
Arti Kebangkitan Yesus :
1. Yesus bangkit = Membenarkan kita. Dia mati bukan karena kesalahan-Nya tapi menanggung dosa kita, dan Dia bangkit supaya kita jadi benar (to justify).
2. Kita orang Kristen yang percaya kepada Yesus bangkit karena kuasa-Nya yang membawa kita bangkit karena sudah diampuni dosa kita.
3. Orang semua akan bangkit untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya yang dilakukan selama hidup di dalam dunia.
Kebangkitan ini penting.
Dengan kebangkitan Yesus, Dia akan membawa kita ke Surga untuk duduk bersanding dengan Dia.
Kisah 17 : 30-31
30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.
31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati."
Semua orang di dunia percaya bahwa suatu kali nanti akan ada penghakiman di akhirat. Dia akan menghakimi kita tanpa kecuali. Kita sebagai orang kristen sudah mengerti hal ini karena itu kita harus bertobat. Karena itu Dia buktikan dengan bangkit dari kematian-Nya yang menunjukkan bahwa Dia adalah Anak Allah dan menjadi hakim atas kita.
Tahapannya adalah sebagai berikut :
1. Tuhan Yesus bangkit dari kematian.
2. Kita orang Kristen yang percaya kepada Yesus yang sudah mati bangkit.
3. Kita orang Kristen yang percaya kepada Yesus masih hidup, saat bunyi sangkakala dinaikkan ke Surga.
4. Semua orang akan dibangkitkan menghadap Sang Hakim Yesus Kristus yang sudah bangkit sebagai Yang Sulung di antara orang mati.
Banyak gereja hanya memberitakan kelahiran dan kematian Tuhan dan jarang memberitakan kebangkitan Tuhan dan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Gereja kita harus komplit memberitakannya.
Kisah 17 : 22-25
22 ¶ Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.
23 Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.
24 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia,
25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa,
karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua
orang.
Manusia senang menyembah allah yang tidak dikenal. Karena mereka tidak mengenal allah mereka maka mereka pun tidak tahu karya Allah. Lain dengan kita. Kita tahu siapa yang kita sembah. Kita tahu Allah yang kita sembah melalui Yesus Kristus. Maksudnya, di dalam Yesus ada kepenuhan Allah. Karya Yesus adalah karya Allah, perbuatan Yesus adalah perbuatan Allah; perbuatan Yesus menunjukkan Kasih Allah. Kita kenal Dia di dalam kelahiran-Nya, di dalam perjalanan hidup-Nya di dunia, kita kenal kematian-Nya untuk mengangkut dosa manusia, kita kenal kuasa kebangkitan-Nya, dan kita kenal Dia sebagai Anak Allah yang bangkit untuk menunjukkan kuasa kemuliaan-Nya.
Allah yang kita kenal adalah Allah yang tidak kekurangan apapun, yang tidak membutuhkan apapun. Yesus tidak butuh uang tapi Yesus punya semua.
Contoh bukti :
a. Ketika 5000 orang berkumpul mendengarkan Yesus berkotbah, Yesus ingin memberi makan mereka dan menyuruh Filipus untuk membeli makan. Hal ini bukan berarti Yesus tidak punya uang untuk membeli roti. Bahkan Yesus membuat mujizat dengan membagi roti yang diserahkan oleh Filipus itu untuk dimakan 5000 orang.
b. Yesus tidak butuh uang, tetapi apabila kita yakin dan percaya dengan sungguh kepada Tuhan, dengan kita menyerahkan sedikit saja apa yang kita punya, maka kita akan kenyang (jasmani/rohani).
Tuhan bisa saja mengubah batu menjadi roti untuk menjadi makanan tetapi Tuhan tidak melakukan-Nya. Tuhan dapat meciptakan semuanya. Tuhan ingin menunjukkan karya-Nya kepada manusia. Jadi Tuhan membutuhkan iman percaya kita. Kita menyerahkan diri kita kepada Tuhan, “Inilah yang aku punya Tuhan !” Dan Tuhan dapat membuat semuanya. Itulah sebenarnya kuasa kebangkitan. Jadi bukan dengan cara tiba-tiba kita dihujani uang dari langit. Tapi dengan iman percaya kita, kuasa kebangkitan Tuhan nyata di dalam hidup kita.
Misalnya kita sedang dalam kesulitan keuangan. Kita berdoa dengan iman kepada Tuhan memohon pertolongan-Nya. Maka uang akan datang kepada kita dengan cara apa pun yang tidak kita sadari.
1 Raja-raja 17 : 1-6
1 ¶ Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel , yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan."
2 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya:
3 "Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
4 Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana ."
5 Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
6 Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging
kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.
Apakah kita sebagai orang Kristen sudah tahu kuasa kebangkitan? Banyak orang Kristen apabila ditanya mengenai siapa Yesus, mereka hanya bisa menjawab bahwa Yesus lahir di Betlehem. Mengaku Kristen tapi tidak tahu apa itu Kristen.
Kisah 23 : 6-9
6 ¶ Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: "Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati."
7 Ketika ia berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dan terbagi-bagilah orang banyak itu.
8 Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.
9 Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke
depan dan membantah dengan keras, katanya: "Kami sama sekali tidak menemukan
sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah
berbicara kepadanya."
Mereka ahli taurat tetapi tidak mengerti ajarannya. Disinilah hebatnya Rasul Paulus. Ia juga orang Farisi tetapi ia justru percaya kepada kebangkitan. Dengan demikian maka di dalam sidang Mahkamah Agama, orang Farisi dan orang Saduki menjadi bertengkar dan saling menyalahkan karena pernyataan Paulus itu. Mereka anggap Paulus dihinggapi oleh malaikat atau roh.
Orang yang tidak percaya kebangkitan, tidak percaya adanya akhirat. Akhirat hanya ada di dunia. Demikian juga ajaran Saksi Yehova bahwa Surga itu tidak ada.
Lukas 20 : 27-36
27 ¶ Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
28 "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
29 Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak.
30 Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua,
31 dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak.
32 Akhirnya perempuan itupun mati.
33 Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia."
34 Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,
35 tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.
36 Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.
37 Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.
Orang Saduki hanya percaya dengan hal-hal yang logis karena itu mereka menguji Tuhan Yesus dengan pertanyaan tersebut. Tuhan Yesus menjawab dengan jawaban yang sebenarnya menjebak mereka bahwa sebenarnya mereka itu bodoh. Ayat tersebut justru menunjukkan bahwa roh tidak mengenal kawin mengawinkan. Itulah menunjukkan bahwa roh itu ada. Yang logis belum tentu benar, tetapi yang benar pasti logis. Manusia selalu menggunakan hal-hal yang bersifat logis, padahal di dalam Tuhan justru yang timbul adalah hal-hal yang seakan-akan “tidak logis”.
2 Timotius 2 : 18
18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.
Kebangkitan manusia itu belum terjadi tapi nanti pada akhir zaman. Pada saat keadaan damai tiba-tiba terjadi kekacauan dunia, nah saat itulah terjadi kebangkitan (manusia yang percaya diangkat ke Surga).
1 Korintus 15 : 14-15
14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
Allah telah membangkitkan Kristus dan dengan kebangkitan ini menandakan kepada kita bahwa ada hari esok. Andaikata tidak ada kebangkitan Kristus, maka tidak ada hari esok dan tidak enak untuk dinikmati karena hari ini di dunia ini adalah hari-hari yang tidak mengenakkan.
Memang hidup manusia itu melelahkan makanya kita sering refreshing pada hari tertentu. Kita butuh penghiburan.
Kita bersyukur kita punya hari esok yaitu kebangkitan Kristus sehingga kita punya keyakinan bahwa kita punya hari esok bahwa dengan Kristus bangkit, kita pun kelak akan bangkit bersama Dia.
1 Korintus 15 : 55-58
55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
58 ¶ Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Maut menang bagi orang yang tidak percaya kepada kebangkitan. Maut kalah terhadap orang yang percaya kepada kuasa kebangkitan. Oleh karena itu kita sebagai orang Kristen harus berkata bahwa mati itu untung, karena kita punya hari esok yaitu pindah dari dunia ke Surga. Aku menang atas kuasa dosa. Bukan karena ada hari esok, tetapi juga hari demi hari di dalam dunia selalu ada kemenangan.
Roma 8 : 37
37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Rasul Paulus (dan juga kita sebagai orang Kristen yang percaya kebangkitan) dapat mengatakan dengan yakin: “Aku lebih dari pada pemenang (more than the conqueror) dalam hidupku. Karena itu aku tidak goyah dalam menghadapi semua tantangan, semua problema, aku tetap menang karena Dia yang memberi kemenangan”.
Amin !
