Sabtu, 23 April 2011

YESUS = TERORIS

Teroris adalah orang yang menebarkan teror kepada masyarakat. Mereka dianggap jahat, terkutuk, kotor, najis, dan harus mati. Setelah mati pun, teroris tidak mendapat tempat yang layak, karena sudah jadi mayat pun, mereka masih dianggap najis.

Di hari Paskah ini, sebutan teroris pas ditujukan kepada sosok Yesus. DIA adalah teroris, penebar teror dan meresahkan rakyat dan mengganggu ketertiban umum, bahkan menggoyang kedudukan penguasa, raja Herodes.

Sejak dilahirkan di kota Betlehem pun, IA sudah dianggap teroris sehingga diburu untuk dibunuh. Semua bayi laki-laki yang dilahirkan, saat itu pula harus dibunuh, karena dianggap sebagai Raja dan mengganggu kedudukan raja yang sedang berkuasa saat itu Herodes.

Lukas 23 : 1-11
1 ¶  Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus.
2  Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja."
3  Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."
4  Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini."
5  Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: "Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini."
6  Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea.
7  Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.
8  Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.
9  Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun.
10  Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia.

Yesus dituduh sebagai teroris. Dan Ia tidak membalas. Sampai akhirnya Ia dijatuhi hukuman mati, menggantikan Barabas sang penjahat sesungguhnya. Yesus, yang tidak berdosa dijadikan dosa oleh manusia (yang memang berdosa), supaya manusia yang berdosa itu menjadi tahir karena sudah digantikan Yesus.

Gal 3:13 
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

Barabas = kita sebagai manusia yang seharusnya menjalani hukuman mati, menjadi bebas karena digantikan oleh Yesus. Oleh kematian Yesus, kita menjadi selamat. Kita bersyukur dengan kematian Yesus, kita tidak lagi menjadi orang berdosa, karena semua dosa-dosa kita sudah dipakukan bersama tubuh Yesus di atas kayu salib. Karena itu, jangan lagi menyalibkan Yesus untuk kedua kalinya, jangan kita berbuat dosa lagi. Bertobatlah, dan mulailah hidup dalam kekudusan.

Selama kita belum bertobat, kita masih hidup dalam dosa, apa bedanya kita dengan teroris yang sesungguhnya? Tidak ada yang benar. Yang benar hanya satu, Tuhan. Tuhan yang tidak egois adalah Tuhan yang rela memberikan nyawanya untuk manusia, DIA-lah YESUS.
Dengan mengaku dan percaya bahwa YESUS adalah Tuhan, Anda dan saya sudah DIJAMIN pasti masuk ke dalam kerajaan Surga. Tidak mudah-mudahan, tidak insya Allah. Hanya percaya saja ! Bahwa Yesus mati untuk menebus dosa manusia, dan kemudian DIA bangkit untuk memberikan kemenangan bagi orang yang percaya, dan DIA menyediakan tempat di Surga bagi kita.


Sekali lagi, SELAMAT PASKAH ! Tuhan Yesus 
memberkari Anda dan saya !