Catatan kecil untuk kedua tokoh dunia. Tokoh teknologi, Steve Jobs dan tokoh pemersatu bangsa (Indonesia) yang dikenal oleh pemimpin dunia, Bung Karno...)
Dunia berduka ketika sosok teknologi dunia Steve
‘Apple’ Jobs meninggal dunia. Sosok berkelas dunia yang meninggalkan warisan
berupa kegilaan masyarakat terhadap perangkat elektronik yang bernama iPod,
iPhone, iPad.
Ya, itulah Steve Jobs. Pekerja keras dan perfeksionis
dalam menggapai impiannya menjadikan sesuatu yang tadinya tidak diperhitungkan
menjadi sesuatu banget yang berkelas dunia.
Mendengar nama Steve Jobs, orang akan mengaitkan
dengan perangkat bergambar sepotong buah apel yang sudah tergigit. Ya, Apple.
Walaupun tidak semua orang menggunakan perangkatnya, tetapi kepergian sang
maestro tersebut meninggalkan duka bagi semua orang tanpa terkecuali. Kenapa?
Karena Steve Jobs adalah seorang motivator yang menginspirasi banyak orang
terutama bagi mereka yang berkecimpung di dunia usaha atau yang ingin memulai
usaha. Bayangkan, dengan bermodalkan sebuah komputer PC dan bertempat di garasi
rumah orang tuanya, dengan ketekunan dan kegigihannya namun tetap sederhana, ia
menjadi sosok yang sangat dikagumi. Bukan hanya hasil karyanya yang mendunia,
tapi pemikiran dan cara hidupnya yang harus menjadi teladan bagi kita semua.
Kegigihan Steve Jobs berakhir saat penyakit kanker
pankreas menggerogotinya dan merenggut hidupnya, tapi warisannya tetap dikenang
semua orang.
Soekarno, sosok milik bangsa dan rakyat Indonesia juga
sudah berpulang berpuluh-puluh tahun yang lalu. Keduanya, Steve Jobs dan
Soekarno juga merupakan sosok dunia di dunia yang berbeda.
Soekarno di dunia politik. Disegani dan ditakuti baik
kawan maupun lawan. Soekarno adalah pemimpin satu-satunya di dunia yang berani
menggebrak meja dan berteriak lantang di Majelis Umum PBB dengan teriakan
khasnya, “Go to hell America with your aids”, atau “Ganyang Malaysia!” Soekarno
adalah orator ulung yang hanya bisa disamai oleh John F. Kennedy, mantan
presiden Amerika Serikat, teman sekaligus musuhnya.
Soekarno adalah Pendiri bangsa dan negara Indonesia,
pemrakarsa Indonesia merdeka terlepas dari keadaan negara saat itu yang akhirnya
menjadi korban dalam peta perpolitikan di dalam negeri.
Apa yang menjadi pemikiran dan keinginan Soekarno
adalah agar Indonesia menjadi negara yang mandiri, bermartabat, memiliki harga
diri, rakyat yang bersatu padu untuk menciptakan kedamaian agar tidak bisa
dipandang remeh oleh bangsa manapun.
Soekarno rela menjadi tumbal asal rakyat Indonesia
tetap bersatu menjaga NKRI.
Soekarno meninggal karena “dijadikan sakit”.
Dan setelah kematian Soekarno, apa yang diwariskannya
dijalankan oleh bangsa dan rakyatnya, terlebih oleh para penggantinya? Atau,
apa ini yang diwariskan oleh Bapak Pendiri Indonesia : korupsi, lepasnya Timor
Timur dari NKRI, pertikaian dan kebencian antar umat manusia karena SARA,
menjadi konsumen barang-barang luar negeri, penyantap masakan luar negeri, atau
kemiskinan dan kesejangan sosial?
Tak akan ada nama Negara Republik Indonesia tanpa
Soekarno (dan M. Hatta). Tak akan ada Monumen Nasional kebanggan kota Jakarta
dan Hotel Indonesia, tanpa Soekarno.
Terlepas dari kekhilafan dan kesalahan (namanya juga
manusia), hendaklah kita menghormati dan menghargai jasa seseorang.
Steve Jobs, Soekarno, adalah sama-sama sosok pemimpin
dunia. Yang membedakan adalah apa yang diwariskan dan bagaimana mengelola atau
menjalankan warisannya itu.
Selamat jalan dalam damai Mr. Steve Jobs, dan Bung
Karno!

