Jumat, 21 Juni 2013

Antara Steve Jobs dan Soekarno



Catatan kecil untuk kedua tokoh dunia. Tokoh teknologi, Steve Jobs dan tokoh pemersatu bangsa (Indonesia) yang dikenal oleh pemimpin dunia, Bung Karno...)

Dunia berduka ketika sosok teknologi dunia Steve ‘Apple’ Jobs meninggal dunia. Sosok berkelas dunia yang meninggalkan warisan berupa kegilaan masyarakat terhadap perangkat elektronik yang bernama iPod, iPhone, iPad.

Ya, itulah Steve Jobs. Pekerja keras dan perfeksionis dalam menggapai impiannya menjadikan sesuatu yang tadinya tidak diperhitungkan menjadi sesuatu banget yang berkelas dunia.

Mendengar nama Steve Jobs, orang akan mengaitkan dengan perangkat bergambar sepotong buah apel yang sudah tergigit. Ya, Apple. Walaupun tidak semua orang menggunakan perangkatnya, tetapi kepergian sang maestro tersebut meninggalkan duka bagi semua orang tanpa terkecuali. Kenapa? Karena Steve Jobs adalah seorang motivator yang menginspirasi banyak orang terutama bagi mereka yang berkecimpung di dunia usaha atau yang ingin memulai usaha. Bayangkan, dengan bermodalkan sebuah komputer PC dan bertempat di garasi rumah orang tuanya, dengan ketekunan dan kegigihannya namun tetap sederhana, ia menjadi sosok yang sangat dikagumi. Bukan hanya hasil karyanya yang mendunia, tapi pemikiran dan cara hidupnya yang harus menjadi teladan bagi kita semua.

Kegigihan Steve Jobs berakhir saat penyakit kanker pankreas menggerogotinya dan merenggut hidupnya, tapi warisannya tetap dikenang semua orang.

Soekarno, sosok milik bangsa dan rakyat Indonesia juga sudah berpulang berpuluh-puluh tahun yang lalu. Keduanya, Steve Jobs dan Soekarno juga merupakan sosok dunia di dunia yang berbeda.

Soekarno di dunia politik. Disegani dan ditakuti baik kawan maupun lawan. Soekarno adalah pemimpin satu-satunya di dunia yang berani menggebrak meja dan berteriak lantang di Majelis Umum PBB dengan teriakan khasnya, “Go to hell America with your aids”, atau “Ganyang Malaysia!” Soekarno adalah orator ulung yang hanya bisa disamai oleh John F. Kennedy, mantan presiden Amerika Serikat, teman sekaligus musuhnya.

Soekarno adalah Pendiri bangsa dan negara Indonesia, pemrakarsa Indonesia merdeka terlepas dari keadaan negara saat itu yang akhirnya menjadi korban dalam peta perpolitikan di dalam negeri.

Apa yang menjadi pemikiran dan keinginan Soekarno adalah agar Indonesia menjadi negara yang mandiri, bermartabat, memiliki harga diri, rakyat yang bersatu padu untuk menciptakan kedamaian agar tidak bisa dipandang remeh oleh bangsa manapun.

Soekarno rela menjadi tumbal asal rakyat Indonesia tetap bersatu menjaga NKRI.

Soekarno meninggal karena “dijadikan sakit”.

Dan setelah kematian Soekarno, apa yang diwariskannya dijalankan oleh bangsa dan rakyatnya, terlebih oleh para penggantinya? Atau, apa ini yang diwariskan oleh Bapak Pendiri Indonesia : korupsi, lepasnya Timor Timur dari NKRI, pertikaian dan kebencian antar umat manusia karena SARA, menjadi konsumen barang-barang luar negeri, penyantap masakan luar negeri, atau kemiskinan dan kesejangan sosial?

Tak akan ada nama Negara Republik Indonesia tanpa Soekarno (dan M. Hatta). Tak akan ada Monumen Nasional kebanggan kota Jakarta dan Hotel Indonesia, tanpa Soekarno.

Terlepas dari kekhilafan dan kesalahan (namanya juga manusia), hendaklah kita menghormati dan menghargai jasa seseorang.

Steve Jobs, Soekarno, adalah sama-sama sosok pemimpin dunia. Yang membedakan adalah apa yang diwariskan dan bagaimana mengelola atau menjalankan warisannya itu.

Selamat jalan dalam damai Mr. Steve Jobs, dan Bung Karno!