Para pembaca sekaligus pemilik atau
pengguna BB, pasti Anda pernah mengalami BB Anda lemot, pending, saat
berselancar atau kirim BBM dengan gadget kesayangan Anda. Anda merasa kesal dan
jengkel lalu langsung menuduh BB Anda yang jelek lah, kebanyakan memori lah,
kebanyakan program aplikasi lah, atau sinyal operatornya lemah lah, dll.
Padahal kalau Anda mau bijak meneliti,
“kesalahan” dan kejengkelan Anda sudah selayaknya ditujukan kepada para
operator yang telah Anda “pilih” karena memberikan Paket Unlimited yang “sangat
murah” (padahal itu bohong semua).
Sebenarnya Anda yang bodoh, mau dikerjain
sama operator “geblek”. Anda tidak sadar bahwa semurah-murahnya Paket Unlimited
itu, ada batas kuotanya. Ketika batas kuota habis, maka kecepatan unggah unduh
data (Upload Download) akan berkurang sampai dengan batas terendah, yaitu 64
kbps (kilobyte per second) atau setara jaringan “G” (GPRS). Dan biasanya itu
terjadi pada masa-masa terakhir Paket Unlimited (harian, mingguan, atau bulanan).
Sedangkan di masa-masa awal Paket, Anda akan senang bukan main karena BB Anda
lancar bebas hambatan, buat internetan, chatting (YM, FB, Twitter, dll), tidak
ada pendingan saat BBM-an. Ya, itu karena pada saat itu kuota Paket Unlimited
masih fresh. Kecepatan sangat tinggi hingga 7,2 Mbps (Megabytes per second)
atau setara “HSDPA”. Semakin hari kecepatan semakin turun seiring terpakainya
kuota Paket Unlimited tersebut. Urutannya adalah “H (HSDPA)”, “3G”, “E (EDGE)”,
“G (GPRS)”, dan “GSM” (alias sinyal lemah), sampai “SOS” (tidak ada sinyal sama
sekali).
Anda penasaran, bahkan bertanya, “Koq
Paket Unlimited BB ada kuota?”. Tidak percaya? Mari kita hitung-hitungan.
Jenis komunikasi dibagi 2 bagian yaitu
suara (bertelepon) dan data (sms atau internetan) atau keduanya (video call).
Anggaplah Anda memakai operator “T****”
dengan tarif paling murah di kelasnya yaitu Rp.69.000,– Paket Unlimited per
bulan. Satu bulan = 30 hari. Berarti per hari adalah sekitar Rp.2.300,–.
Artinya Rp.2.300 adalah untuk pemakaian BB Anda selama 24 jam non stop
(internet ON terus). Dan itu hanyalah untuk DATA saja (internet) tidak termasuk
SMS, MMS apalagi untuk suara (telepon).
Tarif data (internet) dihitung menggunakan
tarif GPRS yang biasanya Rp.0,5 / kb. (paling murah, itu pun promosi)
Harga Rp.2.300 dibagi Rp.0,5 (tarif GPRS),
adalah 4.600 kilobyte atau 4,6 MB per hari. Artinya, jika dirata-rata secara
adil, Anda hanya menggunakan data sebesar 4,6 MB saja per hari. Di bagi 24 jam,
menjadi 0,192 MB atau 192 Kilobyte saja per jam.
Apakah demikian? Ini buktinya :
1. Satu kali Anda membuka BB Anda
termasuk unduh data, membuka, berkomentar, via Facebook atau Twitter,
setidaknya 1 MB terpakai. Berapa kali Anda membuka BB Anda dalam sehari? Berapa
banyak kuota yang terpakai?
2. Membuka situs Youtube, besar
sekali datanya (ukuran filenya) (makanya kebanyakan BB tidak bisa untuk membuka
YouTube, kecuali ada pulsa lain di dalam BB Anda selain pulsa Paket Unlimited).
3. Dengan kondisi BB “ON” terus, itu
berarti data internet berjalan terus dengan sendirinya tanpa disadari,
istilahnya adalah “Background Data” dan itu juga menguras kuota data yang
tentunya mengurangi jatah Paket Unlimited (selain menguras baterai).
Maka dari itu, wajar jika setelah
mendekati periode akhir, BB Anda lemot, pending dan lain sebagainya karena Anda
sudah MELEBIHI KUOTA !! Anda tidak sadar, tapi menyalahkan BB Anda atau
operator.
Apa solusinya?
Selama Anda masih menggunakan gadget
canggih yang Anda banggakan itu, tidak ada solusi. Karena memang BB adalah
gadget yang diperuntukan bagi para pebisnis (kecuali Anda adalah pebisnis yang
tidak mempermasalahkan kuota atau harga Paket Unlimited yang penting BB jalan
terus), dan memang BB dirancang sebagai perangkat canggih yang memadukan fungsi
telepon dan internet secara menyatu (integrasi) dan memang harus “ON” terus.
Bila Anda orang awam dan memang bukan
orang berada, saatnya memiliki pikiran bijaksana untuk menggunakan perangkat
canggih tersebut. Buang gengsi Anda sejauh mungkin. Buat apa memiliki BB
tercanggih dengan Paket Unlimited tetapi tidak bisa menelepon (karena gak ada
pulsa telepon, sudah abis buat kasih makan BB senilai ratusan ribu). Karena
tidak semua kerabat Anda adalah orang yang mampu untuk membeli perangkat
canggih tersebut (buat makan aja susah).
Pikirkan secara jernih, memiliki BB bagi
Anda adalah sebuah kebutuhan atau sekadar keinginan?
Ada sebuah pernyataan dari teman saya
tentang Blackberry, sebagai berikut:
“BB memiliki fungsi unik
yang tidak dimiliki perangkat lain, yaitu BBM (Blackberry Messenger). Dengan BBM
kita bisa saling share tentang segala sesuatu yang ada di sekitar kita, saling
membantu sesama kita, dan lain sebaginya. Pokoknya dengan BB dan BBM-nya,
“mendekatkan yang jauh.”
Menurut saya, pernyataan itu adalah KONYOL dan NONSENSE
1000%. Mengapa?
BBM digunakan sebagai sarana untuk
menyebarkan berita atau membantu sesama. Misalnya ada program “Operasi Katarak
Gratis Bagi Yang Tidak Mampu”. Melalui BBM bisa disebarkan berita tersebut
untuk membantu sesama. Ini KONYOL.
Anda punya BB dengan harga mahal koq
operasi aja mau yang gratis…. Malu dong….
Yang dimaksud sesama itu siapa? Kan BBM
hanya bisa digunakan oleh sesama pemilik BB, masak sesama pemilik BB “ikut
program operasi gratis”…. Gengsi doooong…
Bagaimana pesan itu bisa sampai kepada
“yang benar-benar membutuhkan” operasi gratis, karena mereka hanya memiliki
hape murah, jadul lagi? Kan kasihan, mata mereka seharusnya bisa sembuh dengan
tanpa membayar sepeser pun, akhirnya gak kesampaian karena promosi sudah lewat
lantaran “berita” itu tidak mereka terima melalui BBM. Waaah Anda harus
menanggung dosa…
Sobat (khususnya pemilik dan pengguna BB),
jangan marah ya. Saya hanya memberi pencerahan. Syukur bila Anda mau menerima
dengan lapang dada dan bisa menemukan solusi bagi Anda sendiri.
