Berbicara tentang YESUS tidak hanya soal kelahiranNya
(Natal), tetapi juga kematianNya dan kebangkitanNya (Paskah). Sebaliknya bicara
soal Natal, tidak melulu tentang kelahiranNya, tapi lebih dari sekedar makna
dari Natal itu sendiri.
Hanya orang-orang yang mendapat hikmat saja yang dapat
mengerti makna Natal yang sesungguhnya. Dan hikmat itu timbul dari rasa takut
dan hormat akan Tuhan (Ams. 1:7a). Mengerti siapa Tuhan itu sebenarnya. Makanya
tidak heran ada sebagian dari orang yang masih menganggap Natal adalah
perayaan, hiburan, pesta, dll.
Terlebih lagi dari kalangan non Kristen, karena sama
sekali tidak tahu arti Natal yang sebenarnya, ucapan Selamat Natal pun
diharamkan. Padahal umat Kristen pun tidak butuh atau tidak pernah memaksa umat
lain untuk memberi ucapan selamat natal. Karena Natal yang sesungguhnya bagi
umat Kristen adalah kehadiran Sang Khalik (Yesus) di dalam hati sanubari.
Wajar jika kalangan non Kristen menganggap haram.
Karena mereka tidak pernah mau mengakui bahwa YESUS itu Tuhan. Adanya ucapan
natal ataupun tidak, tidak akan mengganggu iman percaya orang Kristen terhadap YESUS
sebagai Tuhan. Tuhan yang Mahasuci dan Maha Agung mau datang ke dunia dalam
wujud manusia YESUS itulah Natal. Melalui proses kelahiran seperti layaknya
manusia biasa dari rahim seorang wanita tanpa sentuhan birahi/seks. Kuasa
Supranatural dari Tuhan melalui Roh-Nya ke dalam rahim Maria (Mariam) itulah
proses kelahiran YESUS. Dan itulah seorang Anak kecil yang lahir melalui Roh
Tuhan. Makanya disebut Anak Manusia (A,M huruf besar). Karena itulah proses
supranatural Tuhan menjadi Manusia. Melalui kelahiran seperti layaknya bayi.
Mengapa DIA yang begitu Suci mau datang ke dunia yang
penuh dengan dosa? Karena DIA iseng?
Semua yang terjadi bukan kebetulan, apalagi iseng.
Tidak main-main. Ini karena TUHAN begitu mengasihi umat manusia. DIA tidak rela
manusia masuk ke dalam neraka karena dosa2nya. (Yoh.36) Sebab upah dosa ialah
maut (Roma 6:23a). Setiap manusia berdosa pasti binasa. Itu sudah
ketentuan.
Bagaimana cara TUHAN mengampuni dosa manusia? Kan
TUHAN itu Mahakuasa, tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Justru itulah,
DIA Yang Mahakuasa, Yang Ilahi, rela turun ke dunia menjadi manusia. Menjadi
serupa dengan manusia, bedanya DIA tidak berdosa. Inilah yang disebut
INKARANASI mengubah wujud ke-ilahian-Nya menjadi manusia. Bukan REINKARNASI
(berulang2).Karena hanya satu kali saja. Maka dari itu pula disebutkan pula
Natal hari pertama. Pertama kali “lahir” menjadi Manusia. Dan dalam proses
inilah KRISTEN menyebutnya sebagai Allah Anak, Allah yang menjadi Anak yang
dilahirkan secara supranatural. Konsep TRITUNGGAL atau TRINITAS Allah Bapa
adalah Allah yang di Surga, Sang Khalik, Mahakuasa. Konsep TRITUNGGAL atau TRINITAS
Allah Anak adalah Allah yang turun ke dunia, menjadi manusia. Dan apakah makna NATAL
bagi umat Kristen? TUHAN yang Mahakuasa, Maha Suci, mau hadir di dalam hati
manusia yang berdosa.
Itulah kebahagiaan yang luar biasa, ALLAH berada di
dalam hati setiap orang Kristen. Menghapus dosa, mengampuni. Nah, menyambut
kehadiran TUHAN itulah orang Kristen “merayakan” dengan sukacita,
mempersembahkan yang terbaik. TUHAN sudah mempersembahkan diriNya untuk
manusia, dan manusia membalas dengan mempersembahkan hidupnya untuk TUHAN. Yang
jadi masalah adalah, apakah manusia itu mau menerima kehadiranNya atau menolak?
Itu adalah pilihan masing-masing. Bukan masalah benar atau salah. Karena KEBENARAN
yang hakiki hanyalah milik Tuhan Semesta Alam. Tidak ada satu pun manusia yang
benar. Kecuali DIBENARKAN. (Roma 3) Manusia dibenarkan karena iman percaya
(Roma 5:1) Itulah makna sebenarnya dari Natal.
Orang Kristen tidak peduli omongan orang lain. Iman
percaya tetap teguh, karena dasarnya kuat.
SELAMAT NATAL… TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA!
